{"id":3402,"date":"2023-09-28T00:09:29","date_gmt":"2023-09-27T17:09:29","guid":{"rendered":"https:\/\/koranbogor.com\/?p=3402"},"modified":"2023-09-28T00:09:29","modified_gmt":"2023-09-27T17:09:29","slug":"kosmopolitan-nusantara-berbagi-pengalaman-mengurus-selangor-sebagai-model-malaysia-madani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/2023\/09\/28\/kosmopolitan-nusantara-berbagi-pengalaman-mengurus-selangor-sebagai-model-malaysia-madani\/","title":{"rendered":"Kosmopolitan Nusantara: Berbagi Pengalaman Mengurus Selangor Sebagai Model Malaysia Madani"},"content":{"rendered":"\n<p>KORANBOGOR.com,JAKARTA-Setelah melalui beberapa pasang surut peradaban di seluruh dunia\u00a0dan melihat\u00a0berbagai potensi-potensi kosmopolitanisme yang ada di\u00a0Nusantara ini\u00a0bisa\u00a0dijadikan sebagai referensi baru\u00a0bagi\u00a0dunia.\u00a0\u00a0Hal\u00a0ini merupakan peluang paling besar\u00a0bagi\u00a0kita\u00a0setelah\u00a0titik reset\u00a0yaitu\u00a0pandemi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/koranbogor.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Screenshot_693.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3404\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/koranbogor.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Screenshot_692.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3405\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/koranbogor.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Screenshot_694.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3407\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Demikian disampaikan oleh menteri Besar Selangor Malaysia, Amirudin Shari pada acara Meet the Business Leader yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina bertajuk \u201cKosmopolitan Nusantara: Berbagi pengalaman Mengurus Selangor Sebagai model malaysia Madani\u201d di Jakarta, Senin (25\/09\/23).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan kerjasama Universitas Paramadina dan Universitas Selangor dalam program pendidikan, penelitian, dan penguatan tenaga pengajar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya Rektor Prof. Didik J. Rachbini meyatakan harapannya agar kerjasama ini dapat saling menguatkan kedua institusi. \u201cSaya akan mengutus wakil rektor untuk merealisasikan kerjasama dan memperkuat hubungan antara Universitas Paramadina dan Universitas Selangor.\u201d Katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hendri Satrio &#8211; Dosen Universitas Paramadina menyatakan bahwapenandatangan antara Universitas Paramadina dan Universitas Selangor, dengan kerjasama ini bukan saja membuktikan bahwa Universitas Paramadina merupakan jaringan internasional. Tetapi, diakuinya Universitas Paramadina di dunia internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paparannya Amirudin Shari menyatakan bahwa kondisi saat ini tak terlepas dari&nbsp;krisis geopolitik,&nbsp;persaingan dan krisis&nbsp;Ukraina-Rusia.&nbsp;&nbsp;Bagaimana di sekitar indoCina Cina baru-baru ini ada nelayan-nelayan Vietnam yang telah dihalang di sekitar kawasan Cina Taiwan dan juga beberapa tindakan agresif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita lihat di benua Arab Bagaimana kebangkitan putra mahkota Arab Saudi yang agresif dan mempunyai keyakinan beliau ingin menjadikan timur tengah itu menjadi the next Europe&nbsp;menjadi pusat dagang&nbsp;dan&nbsp;pusat peradaban. Situasi merisaukan&nbsp;diantaranya kebangkitan kebangkitan paham-paham ekstrim.\u201d Katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Brexit memberi&nbsp;dampak besar&nbsp;dan&nbsp;dalam tempo beberapa bulan mengalami inflasi yang paling besar dalam sejarah memberi kesan Eropa sekarang ada masalah perekonomian.&nbsp;Eropa tidak begitu kuat&nbsp;dan hal itu&nbsp;memberikan peluang kepada kita di&nbsp;Nusantara di Malaysia,&nbsp;Brunei dan juga di Indonesia untuk keluar dan bangkit menjadi referensi ataupun menjadi rujukan di peringkat dunia dengan beberapa kekuatan kekuatan yang dimiliki oleh kita.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKekuatan&nbsp;kita&nbsp;sudah pasti&nbsp;ada&nbsp;pada aspek kepelbagaian&nbsp;atau&nbsp;Bhinneka Tunggal Ika.&nbsp;Kita&nbsp;memiliki&nbsp;keragaman&nbsp;di dalam masyarakat dan komunitas kita&nbsp;dari&nbsp;latar belakangnya,&nbsp;pahamnya,&nbsp;agamanya dan juga budaya,&nbsp;namun yang penting keragaman itu masih berjalan dalam situasi damai.\u201d Ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek kosmopolitan harus ditegakan dengan perbedaan-perbedaan yang ditimbulkan di negara kita. Harus ada rasa keterbukaan, rasa hormat, dan rasa ingin hidup bersama. Kemampuan dalam segi sejarah dapat bangkit dan bangun dengan kekuatan, bahkan mampu menandingi negara yang melakukan penjajahan ke negara kita.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPeradaban kita bangun bukan&nbsp;dengan&nbsp;sudut kekerasan,&nbsp;malahan kalau kita melihat aspek pembangunan dan penyebaran di wilayah kita ini kebanyakannya disebar dan dikembangkan melalui&nbsp;jalan&nbsp;damai bukan dengan jalan peperangan.\u201d Lanjutnya.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek bagaimana untuk mengembangkan potensi dengan saling belajar di antara satu sama lain.&nbsp;&nbsp;Malahan kalau&nbsp;di&nbsp;lihat sejarah Malaysia dan Indonesia ini kejar mengejar. Reformasi di Indonesia tahun 1998 di Malaysia juga ada banyak persamaan. Saling belajar antara satu sama lain yang mematangkan dan mampu untuk mengambil dan mencari kebaikan dan kekuatan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelangor sebagai sebuah negeri yang boleh dipanggil the Economic power of Malaysia.\u00a0Selangor merupakan penyumbang seperempat dari pada ekonomi. Semangat Kosmopolitan itulah yang telah mendirikan Selangor sebagai sebuah negeri yang maju yang terus menjadi pembangun dan penyumbang\u00a0ekonomi terbesar.\u201d Pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Arief Tito<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORANBOGOR.com,JAKARTA-Setelah melalui beberapa pasang surut peradaban di seluruh dunia\u00a0dan melihat\u00a0berbagai potensi-potensi kosmopolitanisme yang ada di\u00a0Nusantara ini\u00a0bisa\u00a0dijadikan sebagai referensi baru\u00a0bagi\u00a0dunia.\u00a0\u00a0Hal\u00a0ini merupakan peluang paling besar\u00a0bagi\u00a0kita\u00a0setelah\u00a0titik reset\u00a0yaitu\u00a0pandemi. Demikian disampaikan oleh menteri Besar Selangor Malaysia, Amirudin Shari pada acara Meet the Business Leader yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina bertajuk \u201cKosmopolitan Nusantara: Berbagi pengalaman Mengurus Selangor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3403,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","footnotes":""},"categories":[132,363,133],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3402"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3402\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}