{"id":3486,"date":"2021-09-28T12:39:03","date_gmt":"2021-09-28T05:39:03","guid":{"rendered":"https:\/\/koranbogor.com\/?p=3486"},"modified":"2021-09-28T12:39:03","modified_gmt":"2021-09-28T05:39:03","slug":"perkembangan-kasus-pembunuhan-berawal-dari-terobsesi-game","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/2021\/09\/28\/perkembangan-kasus-pembunuhan-berawal-dari-terobsesi-game\/","title":{"rendered":"Perkembangan Kasus Pembunuhan Berawal dari Terobsesi Game"},"content":{"rendered":"\n<p>KORANBOGORcom,JAKARTA-Salah satu peristiwa yang mengejutkan kembali datang dari Korea Selatan.Tepatnya pada tanggal 23 Maret 2021 telah terjadi peristiwa pembunuhan 1 keluarga yang terdiri dari ibu berusia (60) tahun dan dua orang anakperempuan berusia (20) tahun dalam sebuah apartemen di daerah Nowon-gu oleh Kim Tae Hyun (25) tahun<br><\/p>\n\n\n\n<p>Pelaku mengenal korban \u201cA\u201d melalui game online \u201cLeague of Legends\u201d.<br>Pelaku dengan username (Piglet) sebenarnya sudah sering berhubungan<br>dengan korban melalui ponsel sejak bulan November 2020 pertama kali<br>bertemu dengan korban di warnet pada awal Januari. <\/p>\n\n\n\n<p>Tepatnya pada tanggal 23 Januari korban bertemu dengan pelaku dan bermain game bersama dengan 2 orang kenalannya. Saat permainan terjadi argumentasi,sehingga menimbulkan percekcokan kecil antara pelaku dan teman korban.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Seusai permainan korban (A) dan 3 temannya memblokir kontak pelaku.<br>Menurut keterangan dari teman korban, pelaku terus menguntit korban \u201cA\u201d<br>sejak bulan Januari.<\/p>\n\n\n\n<p> Pelaku juga sering kali datang ke apartemen korban dan mengganggu korban. Suatu hari korban menolak panggilan dari pelaku namun pelaku tidak menyerah dan menunggu di daerah kediaman korban selama 8 jam dan akhirnya tidak sengaja berpapasan. Maka korban punmemberi peringatan kepada pelaku untuk tidak mendatangi dan mengganggu korban lagi.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Sampai pada 23 Maret pelaku mendatangi rumah korban dan membunuh<br>saudara perempuan, ibu dan \u201cA\u201d (korban). Sebenarnya korban tidak pernah<br>memberi tahu pelaku tentang kediamannya. Pelaku mengetahuinya dari<br>kotak kurir yang tidak sengaja di foto dan dibagikan korban terhadap pelaku<br>saat korban hendak mengambilnya dari depan pintu.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Diselidiki bahwa pelaku telah merencanakan pembunuhan dengan sangat<br>detail. Sekitar 1 minggu pelaku mencari tahu tentang cara menghabisi<br>nyawa korban. Pelaku juga mengirimkan pesan kepada korban melalui<br>akun palsu pelaku dan akhirnya berhasil mendapatkan jadwal jam kerja<br>korban.<br>\u201cSaya tidak hanya akan membunuh korban, saya tidak akan segan-segan<br>menghabisi nyawa keluarganya juga\u201d, ujar pelaku.<br>Pelaku mempersiapkan senjata tajam yang dibelinya di supermarket dekat<br>rumah korban. Tak hanya senjata tajam, ia juga menyiapkan lakban dan<br>sebuah kotak untuk penyamarannya sebagai kurir.<\/p>\n\n\n\n<p>Tepatnya pada 17.30 waktu petang, pelaku mulai masuk ke apartemen dan<br>berada di dalam lift. Pelaku menyamar sebagai seorang kurir yang hendak<br>mengirimkan paket. <\/p>\n\n\n\n<p>Sesampainya didepan pintu apartemen, pelaku menekan bel namun adik dari korban menyuruhnya untuk menaruh paketdiluar pintu. Namun pelaku tidak mengindahkan permintaan adik korban. Iaterus menunggu didepan pintu sampai pintu terbuka.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Adik dari korban pun membuka pintu. Sesaat pintu dibuka pelaku segera<br>membunuh adik korban. Pelaku juga menghabisi nyawa ibu korban pada<br>pukul 22.30 malam sesaat ibu korban pulang kerumah. Korban (A) yang<br>pulang kerumah 1 jam kemudian sambil menelpon rekannya pun segera<br>dibunuh oleh pelaku.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, sebelum menghabisi nyawa korban pelaku telah mengetahui<br>pola kunci handphone korban. Pelaku juga membuka komputer dan media<br>sosial korban untuk menghapus daftar pertemanan serta bukti chat pelaku<br>dan korban.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Pelaku mengakui telah merencanakan pembunuhan ini, ia telahmempersiapkan 1 tas ransel berisi baju ganti. Setelah melakukan pembunuhan pelaku tidak segera pergi melainkan meminum beer bahkan sampai melukai dirinya sendiri dalam sebuah ruangan kecil.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Investigasi berlanjut setelah pelaku selesai operasi di rumah sakit. Pada<br>tanggal 1 April, keluarga Kim Tae-hyun (pelaku) pindah dan menghilang<br>setelah menerima surat penggeledahan dan penyitaan rumah mereka di<br>Gangnam-gu.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Pada tanggal 4 April, Kim Tae-hyun ditangkap setelah diselidiki bahwa<br>adanya risiko melarikan diri dan menghancurkan bukti-bukti yang ada.<br>Pada tanggal 5 April, Pelaku mengakui bahwa ia dan korban bertemu dan<br>bermain League of Legends bersama namun pelaku sakit hati karena tiba-<br>tiba kontaknya diblokir. Sehingga ia melakukan pembunuhan atas dasar<br>kebencian.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Badan Kepolisian Metropolitan Seoul telah melakukan tes psikopat<br>terhadap pelaku. Hasil tes menyatakan bahwa meskipun terdapat<br>karakteristik antisosialitas muncul, namun hal ini tidak cukup untuk<br>mendiagnosis bahwa pelaku adalah seorang psikopat.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Pelaku akan dikenakan pidana Pasal 8-2 Undang-Undang Khusus tentang<br>Hukuman Kejahatan Kekerasan Khusus pada tanggal 5 April.<br>Ketika ditangkap pelaku melepas topengnya dan segera menatap ke<br>kamera berlutut dan meminta maaf kepada keluarga yang ditinggalkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDilihat dari apa yang ia lakukan, itu bukanlah pola khas seorang<br>psikopat. Pelaku juga terlihat memiliki intelektual yang rendah.\u201d, ujar<br>profesor Lee Su Jeong dari Departemen Psikologi.<br>Perkembangan terakhir, pelaku sedang diperiksa di kantor kejaksaan.<br>Pelaku juga menolak haknya akan tawaran pembelaan oleh pengacara<br>umum.<\/p>\n\n\n\n<p>Cynthia Gunawan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORANBOGORcom,JAKARTA-Salah satu peristiwa yang mengejutkan kembali datang dari Korea Selatan.Tepatnya pada tanggal 23 Maret 2021 telah terjadi peristiwa pembunuhan 1 keluarga yang terdiri dari ibu berusia (60) tahun dan dua orang anakperempuan berusia (20) tahun dalam sebuah apartemen di daerah Nowon-gu oleh Kim Tae Hyun (25) tahun Pelaku mengenal korban \u201cA\u201d melalui game online \u201cLeague [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3487,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","footnotes":""},"categories":[129,130],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3486"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}