{"id":4078,"date":"2023-10-10T10:57:47","date_gmt":"2023-10-10T03:57:47","guid":{"rendered":"https:\/\/koranbogor.com\/?p=4078"},"modified":"2023-10-10T10:57:47","modified_gmt":"2023-10-10T03:57:47","slug":"raja-sultan-dan-tokoh-masyarakat-adat-di-kalimantan-serukan-perdamaian-bersama-sukarelawan-ganjar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/2023\/10\/10\/raja-sultan-dan-tokoh-masyarakat-adat-di-kalimantan-serukan-perdamaian-bersama-sukarelawan-ganjar\/","title":{"rendered":"Raja-Sultan dan Tokoh Masyarakat Adat di Kalimantan Serukan Perdamaian Bersama Sukarelawan Ganjar"},"content":{"rendered":"\n<p>KORANBOGOR.com,SAMPIT-Sukarelawan Ganjar Pranowo bernama Dinasti Nusantara mendapatkan sambutan yang positif dari keluarga keturunan raja-sultan dan tokoh masyarakat adat di Pulau Kalimantan. <\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kunjungan dan silaturahmi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, mereka sepakat menyerukan pesan perdamaian antarsuku dan etnis di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Silaturahim itu bukan untuk kami saja, tapi lebih-lebih untuk bangsa dan negara. Dan, dengan silaturahmi itu sendiri, banyak manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Akan menimbulkan rasa kasih sayang antara sesama hamba,&#8221; kata Gusti Tengku Kadran dari Kesultanan Kotawaringin, Senin (9\/10). <\/p>\n\n\n\n<p> Menurutnya, kedatangan para raja dan sultan dari berbagai daerah di Indonesia ke wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin, merupakan suatu kehormatan bagi masyarakat adat setempat. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sangat luar biasa karena mengingat yang hadir ini yaitu para raja dan sultan se-nusantara. Dan, ini merupakan satu kehormatan khususnya bagi kami masyarakat Kalimantan Tengah,&#8221; kata Gusti Tengku Kadran. <\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah raja-sultan yang turut hadir di antaranya, Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II dari Yogyakarta, KPH Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukajannangngang Satrio Sasmito dari Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan dan KPH H Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah Adityadiningrat. <\/p>\n\n\n\n<p>Adapun, para peserta silaturahmi kali ini juga berasal dari berbagai wilayah di Pulau Kalimantan, seperti dari Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Karena ini merupakan silaturahmi Dinasti Nusantara, khususnya dengan masyarakat Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Timur. Kita harapkan semoga ke depannya itu jauh lebih baik lagi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Gusti Tengku Kadran menyebut bangsa Indonesia memiliki banyak suku yang hidup berdampingan secara rukun. Di Pulau Kalimantan saja, terdapat Suku Dayak, Suku Melayu, Suku Banjar dan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan tersebut, dia pun berharap agar seluruh bangsa Indonesia terus menjaga perdamaian agar dapat membangun negara kesatuan yang kuat. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Maka, dengan adanya para raja dan sultan yang telah bersilaturahmi ke Kalimantan Tengah ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Dan, saya meyakininya semua itu akan membawa keberkahan,&#8221; kata Gusti Tengku Kadran.<\/p>\n\n\n\n<p> Melalui kegiatan tersebut, para raja-sultan dan tokoh masyarakat adat dikenalkan dengan sosok Ganjar yang diyakini masih memiliki garis keturunan dari keluarga kerajaan di wilayah Sunda dan Jawa.<\/p>\n\n\n\n<p> Mereka juga berdiskusi hingga menunjukkan dukungannya untuk Ganjar Pranowo menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 dengan menandatangani surat pernyataan dan spanduk. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, para sukarelawan Dinasti Nusantara melakukan kunjungan ke beberapa situs adat dan bertemu para tokoh masyarakat adat hingga kepala daerah setempat.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORANBOGOR.com,SAMPIT-Sukarelawan Ganjar Pranowo bernama Dinasti Nusantara mendapatkan sambutan yang positif dari keluarga keturunan raja-sultan dan tokoh masyarakat adat di Pulau Kalimantan. Melalui kunjungan dan silaturahmi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, mereka sepakat menyerukan pesan perdamaian antarsuku dan etnis di Indonesia. &#8220;Silaturahim itu bukan untuk kami saja, tapi lebih-lebih untuk bangsa dan negara. Dan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4079,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","footnotes":""},"categories":[130],"tags":[237,410,1124,1125],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4078"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}