{"id":4390,"date":"2023-10-17T17:29:49","date_gmt":"2023-10-17T10:29:49","guid":{"rendered":"https:\/\/koranbogor.com\/?p=4390"},"modified":"2023-10-17T17:29:49","modified_gmt":"2023-10-17T10:29:49","slug":"monita-tahalea-dan-ananda-badudu-siapkan-penampilan-spesial-dalam-pentas-musik-pada-waktu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/2023\/10\/17\/monita-tahalea-dan-ananda-badudu-siapkan-penampilan-spesial-dalam-pentas-musik-pada-waktu\/","title":{"rendered":"Monita Tahalea dan Ananda Badudu Siapkan Penampilan Spesial dalam Pentas Musik \u201cPada Waktu\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>KORANBOGOR.com,JAKARTA-Monita Tahalea dan Ananda Badudu akan kembali berkolaborasi dalam pentas musik bertajuk \u201cPada Waktu\u201d. Tema itu adalah benang merah dari karya-karya solo maupun kolaborasi mereka yang tersebar di album teranyar Monita dan Ananda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami sama-sama punya album yang belum pernah kami angkat ke panggung konser tunggal. Aku punya \u2018Dari Balik Jendela\u2019 sementara Nanda punya \u2018Angkat dan Rayakan\u2019. Berhubung di kedua album itu kami banyak berkolaborasi, jadi terpikir kenapa enggak sekalian bikin konser bareng,\u201d kata Monita.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/koranbogor.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1084.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4392\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u2018Dari Balik Jendela\u2019 (2020) adalah album panjang ketiga yang dirilis oleh Monita. Dalam pembuatan album itu, Monita berkolaborasi dengan banyak musisi salah satunya dengan Ananda. Monita mengajak Ananda untuk menulis lagu bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami banyak bertukar pikiran dan saling memperkaya ide. Ternyata proses itu berbuah lagu, jadi langsung saja deh rekam dan masukkan ke album,\u201d kata Monita.<\/p>\n\n\n\n<p>Lagu kolaborasi mereka yang kemudian meramaikan album Dari Balik Jendela (DBJ) adalah \u2018Jauh Nan Teduh\u2019, \u2018Pada Angin\u2019, dan \u2018pada Air\u2019. Selepas rilis sebenarnya Monita sudah menyiapkan banyak rencana untuk memperkenalkan 10 lagu yang ada di dalam DBJ, namun ternyata&nbsp; pandemi menghadang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/koranbogor.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1085.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4393\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam \u2018Angkat dan Rayakan\u2019 (2021) -album pendek perdana yang menandai dimulainya karir Ananda sebagai solois- Ananda gantian mengajak Monita menyumbang ide dan nyanyian. Kolaborasi mereka menghasilkan lagu \u201cKita Berangkat Saja Dulu\u201d, dan \u201cApa Mimpimu?\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Belakangan lagu-lagu kolaborasi itu sering mereka mainkan bersama setiap ada kesempatan untuk manggung bareng.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami beberapa kali membawakan lagu-lagu itu saat main di festival-festival, tapi belum pernah bikin&nbsp;<em>showcase&nbsp;<\/em>yang khusus,\u201d kata Ananda. \u201cKesempatan untuk bikin gelaran khusus rupanya datang di tahun ini. Dapat tempat yang cocok pula untuk pertunjukan intim. Jadi langsung&nbsp;<em>gas<\/em>&nbsp;deh,\u201d kata Ananda.<\/p>\n\n\n\n<p>Di luar lagu-lagu yang ditulis bersama, Monita dan Ananda juga akan membawakan lagu-lagu lain yang tersebar di album-album yang pernah mereka garap.<\/p>\n\n\n\n<p>Lagu-lagu&nbsp; itu diambil dari album solo Monita berjudul \u201cDandelioni\u201d (2015), juga dari album garapan Ananda yang dirilis di bawah nama Banda Neira, yakni \u201cBerjalan Lebih Jauh\u201d (2013), serta \u201cYang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti\u201d (2016).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemua lagu-lagu itu akan dibawakan dalam format kolaborasi. Jadi kami akan nyanyi dan bermain bersama sepanjang konser,\u201d kata Monita.<\/p>\n\n\n\n<p>Monita dan Ananda mengajak Indra Perkasa serta Yoseph Sitompul sebagai penata musik untuk mengaransemen ulang lagu-lagu yang akan mereka mainkan. \u201cYang pernah nonton kami main bersama di festival-festival, tenang saja, lagu-lagu di konser nanti akan terdengar berbeda. Mudah-mudahan ya,\u201d kata Ananda.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Wawancara singkat dengan Monita Tahalea dan Ananda Badudu tentang gelaran Pada Waktu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sejak kapan kalian mulai bermusik bersama?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Monita:&nbsp;<\/strong><em>Waktu itu diajak Ananda untuk ikut nyanyi di showcase-nya Gardika Gigih di IFI Jakarta. Itu tahun 2017, sudah lumayan lama juga ya. Di situ pertama kali kami kenal dan langsung nyanyi bareng.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ananda:<\/strong>&nbsp;<em>Iya, waktu itu belum kenal terus langsung nyanyi bareng. Kalau diingat-ingat kocak juga soalnya dulu sungkan juga mau mengajak Monita karena sebelum itu aku mengagumi Monita sebagai penyanyi ya dari kejauhan saja, dari CD Dandelion yang diputar sebelum kerja, enggak terpikir akan ada kesempatan bisa nyanyi bersama. Terus pas nyanyi bareng juga kurasa langsung nge-\u2018klik\u2019 yah, jadi kalau misalnya berlanjut akan sangat menyenangkan sekali. Eh enggak taunya diajak lagi sama Momon pas dia mau bikin album baru.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa yang membuat kolaborasi kalian berlanjut?<br><br>Monita:&nbsp;<\/strong><em>Awalnya aku pribadi tidak mengira, bahwa project musikku bersama Ananda akan disambut antusiasme yang luar biasa dari pecinta musik. Kolaborasinya kemudian berlanjut juga ke acara-acara off air yang disambut baik oleh para pengunjung acara-acara tersebut dan ini membuat kami semakin yakin harus membuat konser khusus yang lebih intim lagi.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa yang membedakan konser Pada Waktu nanti dengan panggung-panggung kalian sebelumnya?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ananda:&nbsp;<\/strong>Gedung pertunjukannya pasti sangat mendukung untuk membangun nuansa intim yah. Memang musik-musik akustik seperti musik kami ini kurasa rasanya akan berbeda kalau dimainkan di ruang-ruang tertutup dengan cahaya yang diatur khusus. Rasanya bisa lebih&nbsp;<em>\u2018kena\u2019&nbsp;<\/em>gitu energi yang mau disampaikan. Kalau panggung-panggung sebelumnya sih lebih sering di area terbuka. Bukannya enggak suka dengan panggung terbuka, tapi energinya pasti beda. Ya mungkin kalau diomongin terlalu abstrak, jadi harus datang dan rasakan langsung maksudnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tapi tiketnya sudah habis. Ada yang mau disampaikan ke pembeli tiket?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Monita:\u00a0<\/strong><em>Terima Kasih buat teman-teman yang sudah membeli tiket, semua sudah sold out dalam beberapa hari, itu di luar ekspektasi kami. bukannya kami tidak mau menambah tiket, tapi karena konser ini konsepnya memang kita inginnya Intimate banget, jadi sejauh ini belum ada rencana menambah kuota. Intinya, terima kasih dan sampai bertemu di hari H nanti!<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Media Relations and Partnerships<br>Tipot Setiadi<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORANBOGOR.com,JAKARTA-Monita Tahalea dan Ananda Badudu akan kembali berkolaborasi dalam pentas musik bertajuk \u201cPada Waktu\u201d. Tema itu adalah benang merah dari karya-karya solo maupun kolaborasi mereka yang tersebar di album teranyar Monita dan Ananda. \u201cKami sama-sama punya album yang belum pernah kami angkat ke panggung konser tunggal. Aku punya \u2018Dari Balik Jendela\u2019 sementara Nanda punya \u2018Angkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4391,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","footnotes":""},"categories":[136,137,147],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4390"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4390"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4390\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev1.koranbogor.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}